Membiaskan Hujan

hujan runtuh membasahi tanah gersang
yang lebur menjadi wewangian sendu
dan bocah-bocah menari luhur dengan riang
tak acuh kuyup yang mendekapnya dalam beku

aku lupa rasanya menjadi tak terpikir
hilang oleh rasa apatis yang menelan
tetapi kini mengambang diantara resah tak berakhir
dan tenggelam bersama kelak kemungkinan

pilihan hanyalah dalih dalam kebahagiaan
menjadi kongsi pembenaran untuk menolak kesepian
dan mungkin, kita tetap merasa sendirian
hingga nanti berjumpa dengan kepastian

Iklan

Hanya Sebuah Pagi

selaput langit pagi
meminang gundah dalam udara mewangi
angin tropis yang menghidupkan sepi
bersama dedauan yang berguguran
debu-debu yang melayangkan pukulan
menyelimuti jelanan yang tampak buram
jika saja terhatam
mungkin gersang memang mencekam
lebih daripada malam
ketika gelap adalah ketakutan
atau hanya sebuah perasaan
cipta dalam pikiran
citra oleh pandangan
menawarkan kegelisahan
memudar kedamaian
lalu kecewa oleh pilihan

namun ini hanya sebuah pagi
sepi bukan berarti sendiri
sendiri bukan berarti mati
biar kesunyian yang perlahan pergi
sambut harapan yang akan kembali
atau simak saja suara hati
yang enggan didengarkan lagi