Cantik itu Tidak Akan Pernah Relatif

Seringkali dalam sebuah perjumpaan ataupun obrolan dengan kolega, saya mendapati diktum “cantik itu relatif” karena menurut sebagian pihak cinta memang tak bertaraf. Kecantikan diposisikan nisbi, abstrak dan tidak riil. Namun lama kelamaan, anggapan tersebut menemui jalan buntu. Berangkat dari tesis bahwa semua yang mengada di dunia ini sejatinya sudah dikonstrusikan dan dibuat sedemikian rupa, termasuk juga kecantikan.

Secara tidak sadar, kita mempercayai bahwa kecantikan adalah sesuatu yang terberikan secara alamiah. Sama seperti bakat, kecantikan adalah pemberian dari Tuhan kepada makhluk-Nya tanpa bisa diganggu gugat. Namun jika kita mengkaji ulang, kecantikan sekarang ini tak ubahnya seperti sebuah proses, sebuah tujuan yang diinginkan setiap perempuan.

Maka tak heran sekarang perempuan cantik sudah banyak sekali jumlahnya, karena memang kecantikan itu adalah sebuah tujuan bersama – khususnya pihak perempuan. Dengan mengkonsumsi ritual-ritual kecantikan secara berkala, niscaya kecantikan akan datang menghampiri sang perempuan. Baca lebih lanjut

Iklan

Percikan Pemikiran Hegel dan Feuerbach Dalam Filsafat Marxis

Marx adalah penafsir paling ulung tentang dunia. Seolah-olah ia ditakdirkan untuk menebak jalan pikiran Tuhan mengenai hakikat dunia dan perkembangan nya, namun percaya atau tidak untuk bisa berada dalam posisi yang sedemikian agung tersebut, ternyata Marx masihlah dipengaruhi oleh beberapa tokoh filosof yang lain. Marx sendiri mengakui bahwa ia memang terpengaruh oleh beberapa gagasan filsuf lain.

Perkembangan pemikiran Marx terjadi dalam rentang waktu yang panjang, semenjak Marx muda hingga menua proses akselerasi pemikiran nya tidak pernah berhenti di satu titik nyaman. Ia terus berkembang dikemudian hari. Perkembangan pemikiran tersebut juga nantinya akan berpengaruh pada pendekatan yang dihasilkan Marx, bidang yang akan Marx kritisi sampai analisis yang berimbas pada teori yang Marx temukan.

Namun tak sampai disitu, meskipun ada kalanya Marx belajar dari gagasan-gagasan filsuf lain yang menurutnya baik dan benar, Marx tetap tak luput untuk melayangkan kritik atas gagasan yang ia kagumi. Kritik itulah yang kemudian membawa Marx kepada pengukuhan sebagai seorang teoritis paling berpengaruh, jauh melampaui filsuf yang gagasan nya ia adopsi. Baca lebih lanjut

Perbudakan Seksual dan Bagaimana Memahami Citra Perempuan

“Keada’an lelaki dan perempoean haroes sama rata. Kehendakan ini dimana-mana dibitjarakan dan tertoelis dan sering kali dengan kebentjian dan perkata’an jang tadjam.”

Frasa diatas merupakan penggalan dari materi yang dibawakan oleh Saudari Djojoadigoeno, seorang perwakilan Wanita Oetomo yang hadir dalam Kongres Perempuan Nasional pertama di Yogyakarta. Kongres Perempuan pertama lahir tak jauh dari Sumpah Pemuda, masih ditahun yang sama hanya berbeda bulan. Kongres tersebut berlangsung pada 22-25 Desember 1928.

Di aras tersebut, pemikiran yang diutarakan oleh Saudari Djojoadigoeno sudah maju beberapa langkah. Dengan keterbatasan ruang gerak yang sangat minim yang dialami perempuan pada masa pergerakan nasional, belum lagi struktur masyarakat feodal yang sangat tidak mendukung perempuan untuk keluar dari ranah domestiknya. Baca lebih lanjut

27 Desember, 67 Tahun Penyerahan Kedaulatan RI oleh Belanda

“27 Desember, tepat 67 tahun penyerahan kedaulatan RI oleh Belanda. Penyerahan kedaulatan ini juga dimaksudkan sebagai pengakuan kemerdekaan Indonesia dari Belanda. Tak banyak dari masyarakat kita yang tahu dan memahami peristiwa ini.”

Pemahaman atas kesejarahan dan ketatanegaraan ini harusnya kita tanamkan, karena inilah yang menjadi pondasi utama bagi kita sebagai warga negara dalam mengahayati nilai-nilai kebangsaan. Seperti yang termaktub dalam UUD 1945 Pasal 30 Ayat 1 yang berbunyi: “Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.” Pemahaman sederhana inilah yang acap kali tidak kita sadari sebagai cara yang paling sederhana dari pengamalan pasal tersebut.

Baca lebih lanjut

Melacak Jejak Militer dalam Politik: Suatu Pengantar

“Orde Baru yang diposisikan sebagai salah satu rejim militer yang paling lama di dunia memang sudah hancur beberapa tahun kebelakang, namun belakangan ini terlihat indikasi bahwa akan bangkitnya sebuah militerisme gaya baru.”

Betapa tidak, semua urusan dipercayakan kepada aparatus militer. Mulai dari urusan pembebasan lahan hingga tiket pertandingan sepakbola. Baca lebih lanjut